01 May 2016

Sorry, Cap! I’m #teamIronMan

Civil War jadi film paling emosional di MCU. Di film awal-awal dulu, selalu penasaran dengan capabilities, kemampuan super, dan strategi mengalahkan lawan dari setiap superhero yang ada. Di film ini, bukan lagi melulu soal itu.

Meski Captain America jadi sosok utama yang harus menyelamatkan temannya, tapi konflik batin paling dalam justru ada di Tony Stark. Rasa bersalah atas kejadian Sokovia membuat Tony sedikit melembek, meskipun masih tersisa sifat arogan di beberapa adegan. Dan kemudian memuncak ketika tahu Bucky adalah pembunuh orang tuanya. Udah mah mereka sulit dikondisikan, ditambah berita itu, siapapun berada di Pihak Tony bakal merasakan emosi yang sama.

Di pihak Captain, dari sudut pandang gue, justru sedikit mengecewakan. Steve Rogers cuma punya satu tugas dan hanya satu, menyelamatkan temannya, Bucky Barnes. Tapi di akhir movie, si Bucky justru dibekukan karena khawatir tidak bisa mengontrol emosi dan pikirannya kembali. Trus ngapain? Kapan mereka mau temenan lagi? 😛

Diluar mereka berdua, gue sedikit terkesan dengan Spiderman. Peran Spiderman disini ternyata cukup panjang, meskipun tidak terlalu penting. Justru peran Ant-Man yang ternyata lebih sedikit dari perkiraan. Lalu Black Panther, cukup menyita perhatian dengan kuku tajam dan fasilitas yang ia punya.

Film ini gue kasih nilai 98/100. Balutan emosi dan politiknya emang bener-bener kental. Tapi diselingi action yang gak bosenin. Alhasil selama dua jam setengah lebih nonton rasanya gak monoton apalagi ngantuk.

Banyak temen-temen gue, terutama bagi yang baca komiknya sedikit kecewa dengan Civil War yang melenceng dari komiknya. Gue sendiri bukan pembaca komik, itu membuat gue gak berharap seperti apa yang ada di komiknya, lawong cerita di komiknya aja gak tau.

MCU memang dibuat berdasarkan komik, tapi bukan sesuai dengan komik. Pendekatan cerita untuk layar lebar dengan halaman komik tentu berbeda. Sehingga gue yakin banget, kalau Civil War dibuat plek sama dengan komik, gak akan semenarik yang sekarang. Karakter yang terlalu banyak justru akan membuat setiap karakter tenggelam dan gak menonjol. Sama seperti X-Men, banyak mutan super, tapi karakternya sendiri gak terlalu kuat di filmnya. Alhasil yang paling diinget ya Wolverine 🙂

Tinggalkan Komentar?

Your email address will not be published.

*